Sulsel dan Jepang Bahas Pemetaan Industri untuk Penguatan Kerja Sama Vokasi dan Magang

Sulsel dan Jepang Bahas Pemetaan Industri untuk Penguatan Kerja Sama Vokasi dan Magang

Read Time:1 Minute, 35 Second

CELEBES IMAGES, Makassar — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Konsulat Jenderal Jepang di Makassar membahas penguatan kerja sama di bidang vokasi, teknologi, dan penempatan tenaga kerja ke Jepang. Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Sekda Sulsel pada Rabu, 5 November 2025.

Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Jufri Rahman, menerima langsung Konsul Jenderal Jepang di Makassar, Ohashi Koichi, bersama jajaran. Turut hadir Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Sulsel, Asrul Sani, serta Kepala Dinas SDACK Sulsel, Astina Abbas.

Pertemuan ini menyoroti pentingnya pemetaan kebutuhan industri di Jepang sebelum pengiriman tenaga kerja asal Sulawesi Selatan. Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan kesesuaian antara kompetensi lulusan vokasi dan permintaan pasar tenaga kerja di Jepang.

“Kerja sama ini sebaiknya dimulai dari pemetaan peluang kerja yang bisa diisi oleh tenaga asal Sulsel. Setelah itu, instruktur dari Jepang dapat datang ke Makassar untuk mengajarkan teknologi dan keterampilan yang dibutuhkan. Pemerintah kemudian memfasilitasi mereka agar bisa masuk ke industri yang sesuai di Jepang,” ujar Jufri.

Ia menambahkan bahwa Jepang membuka peluang tenaga kerja asing di berbagai sektor prioritas. Sulsel dinilai memiliki potensi besar pada bidang perikanan, kultur rumput laut, maritim, dan rantai pasok agro. Karena itu, pemetaan industri menjadi langkah strategis agar program magang berjalan efektif.

Konsul Jenderal Jepang, Ohashi Koichi, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Provinsi Sulsel dalam memperkuat kerja sama bilateral.

“Terima kasih atas kesempatan berdiskusi mengenai rencana kerja sama ke depan. Pertukaran pandangan hari ini sangat bermanfaat bagi kedua pihak, dan kami berharap hubungan baik ini dapat terus berlanjut,” kata Ohashi.

Ia menambahkan bahwa pemerintah Jepang tengah menyiapkan reformasi sistem imigrasi bagi tenaga kerja asing. Menurutnya, perubahan kebijakan ini diharapkan dapat memberikan peluang lebih luas bagi tenaga kerja dari Sulsel di masa mendatang.

“Kami sedang memproses perubahan sistem keimigrasian di Jepang agar lebih terbuka bagi tenaga kerja asing. Kantor Konsulat Jepang di Makassar akan terus berupaya memfasilitasi terobosan tersebut,” tutupnya.