Seleksi Pimpinan Baznas Makassar Masuk Tahap Wawancara, 64 Peserta Ikut Uji Kompetensi

Seleksi Pimpinan Baznas Makassar Masuk Tahap Wawancara, 64 Peserta Ikut Uji Kompetensi

Read Time:2 Minute, 16 Second

CELEBES IMAGES, Makassar — Pemerintah Kota Makassar melanjutkan proses seleksi calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Makassar untuk masa kerja 2026–2031. Tahapan seleksi kini memasuki sesi wawancara yang digelar di ruang rapat Sekretaris Daerah Kantor Balai Kota Makassar, Kamis (23/4/2026).

Sebanyak 64 peserta mengikuti tahapan ini setelah sebelumnya melewati seleksi Computer Assisted Test (CAT) dan penulisan makalah. Proses seleksi diarahkan untuk menjaring figur yang memiliki kapasitas, integritas, serta pemahaman kuat dalam pengelolaan zakat secara profesional.

Sekretaris Daerah Kota Makassar Andi Zulkifly menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara terbuka dan objektif.

“Seleksi ini bertujuan untuk menjaring calon pimpinan Baznas yang tidak hanya memiliki kompetensi, tetapi juga integritas dan komitmen dalam mengelola zakat secara transparan dan akuntabel,” ujarnya.

Menurutnya, Baznas memegang peran penting dalam mendukung program pemerintah daerah, terutama dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah.

“Kami berharap pimpinan yang terpilih nantinya mampu meningkatkan kinerja Baznas, menghadirkan inovasi dalam pengelolaan zakat, serta membangun kepercayaan masyarakat,” kata Andi Zulkifly.

Tahapan wawancara dilakukan oleh tim panitia seleksi untuk menggali lebih dalam kapasitas para peserta. Setiap peserta dijadwalkan bertemu seluruh anggota tim penilai guna memastikan proses berjalan menyeluruh.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Makassar Moh Syarief menjelaskan bahwa sesi wawancara menjadi tahap krusial dalam menilai kualitas calon pimpinan.

“Alhamdulillah, hari ini kita melaksanakan tahap wawancara hari kedua. Sebelumnya, para peserta telah mengikuti CAT dan penulisan makalah, serta sudah mengetahui hasilnya. Pada tahap ini, seluruh peserta akan diwawancarai langsung oleh tim pansel,” ujarnya.

Ia menyebut, metode ini memberikan ruang penilaian yang lebih komprehensif terhadap setiap peserta, mulai dari aspek manajerial hingga komitmen dalam menjalankan amanah.

“Sebanyak 64 peserta ini akan bertemu dengan seluruh tim pansel. Dengan metode ini, kami berharap bisa melihat secara lebih komprehensif kualitas masing-masing calon pimpinan Baznas,” tambahnya.

Selain kompetensi dan pengalaman, tim pansel juga menilai kemampuan inovasi peserta dalam menjawab tantangan pengelolaan zakat ke depan. Dinamika sosial dan ekonomi, termasuk dampak pascapandemi dan kondisi global, menjadi pertimbangan dalam proses penilaian.

“Kami berharap calon pimpinan Baznas memiliki inovasi dan kreativitas, apalagi dalam menghadapi dinamika seperti pascapandemi, bencana, hingga kondisi global saat ini. Baznas harus mampu beradaptasi dan menjawab tantangan zaman,” jelasnya.

Penguatan pengelolaan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) juga menjadi perhatian dalam seleksi ini. Potensi UPZ di masjid-masjid dinilai dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat, terutama bagi pelaku UMKM.

“Kami berharap mereka memiliki kemampuan mengelola UPZ dengan baik, sehingga dapat menjadi peluang besar untuk membantu pelaku UMKM maupun masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Syarief.

Proses seleksi akan terus berlanjut hingga menghasilkan pimpinan Baznas Kota Makassar yang dinilai paling memenuhi kriteria. Hasil seleksi ini akan menjadi dasar penetapan pimpinan untuk periode 2026–2031.

|editor: dmdht|