Bantuan Keuangan Sulsel Percepat Perbaikan Tujuh Ruas Jalan Rusak Berat di Pinrang

Bantuan Keuangan Sulsel Percepat Perbaikan Tujuh Ruas Jalan Rusak Berat di Pinrang

Read Time:1 Minute, 17 Second

CELEBES IMAGES, Pinrang – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) mempertegas komitmen dalam percepatan pembangunan infrastruktur melalui program Bantuan Keuangan Daerah untuk Kabupaten Pinrang.

Di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi, Pemprov Sulsel mengintervensi perbaikan tujuh ruas jalan prioritas di Kabupaten Pinrang yang selama ini berada dalam kondisi rusak berat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerataan pembangunan dan penguatan konektivitas antardaerah.

Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Pinrang, Muh. Sastera, S.T., M.T., menyampaikan bahwa dukungan fiskal dari provinsi menjadi solusi penting di tengah keterbatasan anggaran kabupaten.

“Dengan adanya bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Sulsel, sangat membantu dalam penanganan ruas jalan dengan kondisi rusak berat,” ujar Sastera di Pinrang, Rabu, 26 November 2025.

Tujuh ruas jalan strategis yang saat ini tengah ditangani meliputi Ruas Tuppu – Pao, Salopi – Pajalele, Pinrang – Langnga, Patobong – Makoring, Corawali – Boki, Kawasan Perkotaan, serta Ruas Tamappa – Garessi. Ruas-ruas ini merupakan jalur penting bagi mobilitas masyarakat, distribusi barang, serta akses layanan publik.

Program bantuan keuangan ini diharapkan memberi dampak signifikan terhadap peningkatan konektivitas wilayah. Perbaikan infrastruktur jalan diyakini akan memangkas waktu tempuh distribusi hasil pertanian dan perkebunan yang menjadi basis ekonomi Pinrang, sekaligus menurunkan biaya operasional kendaraan yang selama ini tinggi akibat kondisi jalan yang tidak layak.

Penanganan tujuh ruas jalan tersebut merupakan bagian dari paket bantuan keuangan Pemprov Sulsel senilai Rp20 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Pinrang. Alokasi ini diperuntukkan bagi pembangunan infrastruktur sekaligus pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah.
*dmd