HARGANAS 2026: Sulawesi Selatan Perkuat Pelayanan KB Serentak

HARGANAS 2026: Sulawesi Selatan Perkuat Pelayanan KB Serentak

Read Time:2 Minute, 58 Second

CELEBES IMAGES, Maros – Peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-33 Tahun 2026 di Sulawesi Selatan diawali dengan pelaksanaan Kick Off Pelayanan KB Serentak yang berlangsung di Puskesmas Maros Baru, Kelurahan Baji Pa’mai, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, pada Senin (8/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan layanan keluarga berencana (KB) sekaligus memperkuat pembangunan keluarga yang berkualitas sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Program Pelayanan KB Serentak HARGANAS 2026 digelar secara nasional oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN selama periode 8 Juni hingga 8 Juli 2026. Secara nasional, program ini menargetkan lebih dari 751 ribu peserta KB baru, dengan Sulawesi Selatan menjadi salah satu daerah prioritas melalui pelaksanaan kick off yang dipusatkan di Kabupaten Maros.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, yang membuka kegiatan secara virtual dari Jakarta, menegaskan bahwa program keluarga berencana memiliki peran strategis yang jauh melampaui pengaturan kelahiran.

“Program Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi tidak hanya berfokus pada pengendalian kelahiran, tetapi juga menjamin terpenuhinya hak reproduksi masyarakat serta menjadi investasi penting bagi pembangunan bangsa yang berkelanjutan,” ujar Menteri Wihaji.

Ia juga menyoroti pentingnya keluarga sebagai lingkungan utama dalam membentuk generasi yang berkualitas.

“Anak-anak perlu memperoleh pengasuhan yang baik, seimbang, dan adil. Itu merupakan bagian dari hak yang harus dipenuhi oleh setiap keluarga,” tambahnya.

Menurutnya, keberhasilan Indonesia dalam memanfaatkan bonus demografi sangat bergantung pada kemampuan menciptakan keluarga yang sehat, produktif, mandiri, dan sejahtera.

Di tingkat provinsi, Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Selatan, Fatmawati, turut meninjau langsung pelaksanaan kegiatan di Maros. Ia mengapresiasi sinergi berbagai pihak yang terlibat dalam mendukung pelayanan KB serentak.

“Kegiatan ini bukan hanya bertujuan meningkatkan jumlah peserta KB, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pembangunan keluarga berkualitas dan upaya percepatan penurunan angka stunting di Sulawesi Selatan,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Maros, A. Davied Syamsuddin, S.STP., M.Si., mengungkapkan bahwa Kabupaten Maros yang memiliki sekitar 430 ribu penduduk dan 57.144 pasangan usia subur (PUS) menargetkan 1.340 akseptor dalam rangkaian Pelayanan KB Serentak HARGANAS ke-33.

Target tersebut meliputi:

  • MKJP KBPP: 450 akseptor
  • Non-MKJP KBPP: 450 akseptor
  • MKJP Non-KBPP: 89 akseptor
  • Non-MKJP Non-KBPP: 351 akseptor

Menurutnya, pencapaian target tersebut dapat diwujudkan melalui kerja sama yang solid antara tenaga kesehatan, penyuluh KB, pemerintah daerah, serta seluruh mitra yang terlibat di lapangan.

Pelaksanaan program ini didukung oleh 99 Penyuluh KB dan 138 Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD)/Tim Pendamping Keluarga (TPK). Kegiatan juga mendapat dukungan dari Forkopimda, TNI-Polri, Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Tim Penggerak PKK, pemerintah desa dan kelurahan, serta berbagai mitra strategis lainnya.

Pada hari pertama pelaksanaan di Puskesmas Maros Baru, sebanyak 65 akseptor telah memperoleh layanan KB. Rinciannya terdiri atas 20 peserta implan, 5 peserta IUD, 10 peserta pil KB, 10 peserta suntik KB, 5 peserta kondom, dan 15 peserta pencabutan implan. Selain itu, layanan Metode Operasi Wanita (MOW) dijadwalkan berlangsung di RSUD La Palaloi dan Rumah Sakit Angkatan Udara dr. Dody Sardjoto dengan target lima akseptor.

Melalui peringatan HARGANAS ke-33, pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat komitmen untuk menghadirkan layanan KB yang mudah dijangkau, berkualitas, dan berkelanjutan. Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan keluarga yang sehat dan sejahtera, sekaligus melahirkan generasi unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Menutup sambutannya, Menteri Wihaji menegaskan bahwa setiap target pelayanan yang ditetapkan sesungguhnya berkaitan erat dengan masa depan jutaan keluarga Indonesia.

“Di balik setiap capaian pelayanan KB terdapat tanggung jawab untuk menjaga kesehatan, keselamatan, dan masa depan keluarga Indonesia. Pelayanan KB yang berkualitas akan mendukung lahirnya generasi yang sehat, berkembang optimal, dan siap menjadi sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.