Sulsel–DKI Jajaki Kerja Sama Pangan dan Reformasi Birokrasi

Sulsel–DKI Jajaki Kerja Sama Pangan dan Reformasi Birokrasi

Read Time:1 Minute, 36 Second

CELEBES IMAGES, Jakarta — Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, melakukan pertemuan dengan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, di Balai Kota Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat, 19 Desember 2025. Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama antardaerah, khususnya di sektor pangan serta peningkatan tata kelola pemerintahan.

Dalam pertemuan itu, Andi Sudirman menekankan pentingnya membangun kolaborasi jangka panjang antarprovinsi untuk menjawab tantangan pembangunan ke depan. Sinergi dinilai menjadi kunci dalam memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kualitas birokrasi, serta memaksimalkan pemanfaatan teknologi informasi dalam pemerintahan.

“Kami membahas kerja sama antardaerah yang berkelanjutan, mulai dari penguatan sektor pangan hingga jangka panjang. Termasuk kolaborasi di bidang birokrasi, pertanian, peternakan, IT, BUMD, serta pengembangan sistem aplikasi pemerintahan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Sulawesi Selatan memiliki keunggulan sebagai salah satu lumbung pangan nasional, sementara DKI Jakarta unggul dalam manajemen, pembiayaan, dan teknologi. Kolaborasi kedua daerah diharapkan mampu membentuk ekosistem pembangunan yang saling melengkapi dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

“Kami berharap Kolaborasi ini mampu menciptakan ekosistem pembangunan yang saling melengkapi dan berdampak langsung bagi masyarakat,” jelasnya.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyambut positif kunjungan tersebut. Ia menyatakan kesiapan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membuka ruang kerja sama dengan Sulawesi Selatan dalam berbagai sektor strategis.

“Hari ini saya menerima Bapak Gubernur Sulawesi Selatan dengan jajaran, dalam rangka untuk bekerja sama dan mengembangkan beberapa hal yang saling menguntungkan bagi kedua daerah. Terutama di bidang kepegawaian, birokrasi, pertanian, dan peternakan,” kata Pramono.

Pramono juga mengakui besarnya potensi Sulawesi Selatan, terutama di sektor pertanian, perikanan, dan peternakan. Potensi tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan DKI Jakarta dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta membuka peluang investasi sebagai bagian dari kerja sama jangka panjang antardaerah.

“Kita mengetahui bersama bahwa Sulawesi Selatan memiliki produksi ikan dan pertanian yang luar biasa. Saya sudah meminta Biro Kerja Sama untuk mendalami peluang tersebut dan jika memungkinkan, seperti daerah lain, Pemerintah DKI Jakarta bersedia untuk berinvestasi di sektor tersebut,” pungkasnya.

*dmdht