Kesiapan UPTD Pelabuhan Penyeberangan Amolengo–Labuan dalam Kegiatan Nataru 2025

Kesiapan UPTD Pelabuhan Penyeberangan Amolengo–Labuan dalam Kegiatan Nataru 2025

Read Time:2 Minute, 20 Second

CELEBES IMAGES, Kendari — UPTD Pelabuhan Penyeberangan Amolengo–Labuan memastikan kesiapan layanan transportasi laut dalam menghadapi arus Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Sejumlah langkah antisipatif disiapkan untuk menjaga kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan penumpang yang menggunakan jalur penyeberangan Amolengo–Labuan, salah satu lintasan vital penghubung wilayah daratan dan kepulauan Sulawesi Tenggara.

Kesiapan tersebut sejalan dengan penguatan fasilitas dan peningkatan kualitas pelayanan yang terus dilakukan oleh Dinas Perhubungan Sulawesi Tenggara pada 2025. Fokus utama diarahkan pada optimalisasi layanan penumpang di Pelabuhan Penyeberangan Amolengo, yang diproyeksikan mengalami peningkatan mobilitas selama periode libur akhir tahun.

Kepala Seksi Operasional Pelabuhan Penyeberangan Amolengo sekaligus Pelaksana Harian Kepala UPTD Pelabuhan Penyeberangan Amolengo–Labuan, Idham Halid SE, menjelaskan bahwa operasional harian saat ini berjalan normal dengan intensitas layanan yang terjaga. Setiap hari, pelabuhan melayani lima kali pelayaran menggunakan dua unit armada, yakni KMP Semumu dan KMP Kambaniru.

“Untuk saat ini, per hari kami melayani masing-masing lima kali pelayaran dengan dua unit armada, KMP Semumu dan KMP Kambaniru,” kata Idham Halid.

Ia menambahkan, pada masa Nataru 2025 tidak direncanakan penambahan armada kapal. Namun, peluang penambahan trip pelayaran tetap terbuka dan bersifat situasional, menyesuaikan kondisi lapangan terutama apabila terjadi lonjakan penumpang atau kepadatan kendaraan.

“Untuk kegiatan Natal dan Tahun Baru kemungkinan tidak ada penambahan armada, tetapi untuk penambahan trip sangat mungkin dilakukan, tergantung kondisi lapangan apabila terjadi kepadatan,” ujarnya.

Adapun jadwal pelayaran harian yang telah ditetapkan meliputi keberangkatan pada pukul 08.00, 10.00, 12.00, 14.00, dan 16.00 WITA. Jadwal ini menjadi acuan utama dalam pengaturan arus penumpang dan kendaraan selama periode layanan reguler maupun Nataru.

Selain kesiapan operasional pelayaran, aspek fasilitas pelabuhan juga menjadi perhatian dalam menghadapi arus Nataru 2025. Idham Halid menjelaskan bahwa Pelabuhan Penyeberangan Amolengo saat ini telah dilengkapi sejumlah fasilitas dasar untuk menunjang kenyamanan penumpang. Ruang tunggu tersedia di area depan loket, dan area parkir kendaraan truk serta kendaran roda dua.

Peningkatan fasilitas juga terlihat pada sarana sanitasi. Saat ini tersedia enam kamar mandi di area pelabuhan, meningkat signifikan dibandingkan sebelumnya. Ketersediaan air bersih serta kebersihan toilet terus dijaga secara rutin oleh petugas cleaning service. Selain itu, pelabuhan juga menyediakan musala dengan kapasitas sekitar sepuluh jamaah, sebagai bagian dari upaya menghadirkan layanan yang lebih ramah dan humanis bagi penumpang selama berada di kawasan pelabuhan.

Selain kesiapan armada, jadwal, dan peningkatan fasilitas pelabuha, UPTD Pelabuhan Penyeberangan Amolengo–Labuan juga menyiapkan posko terpadu Nataru. Posko tersebut melibatkan lintas instansi terkait, antara lain Dinas Perhubungan Provinsi, TNI, Polri, Syahbandar, serta ASDP, guna memastikan pengawasan operasional, keselamatan pelayaran, dan respons cepat terhadap situasi darurat.

Dengan koordinasi lintas sektor dan kesiapan operasional yang terukur, UPTD Pelabuhan Penyeberangan Amolengo–Labuan optimistis mampu memberikan pelayanan penyeberangan yang aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat selama momentum Natal dan Tahun Baru 2025.

*dmdht