Irwan Bangsawan: GATI Dorong Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan Anak

Irwan Bangsawan: GATI Dorong Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan Anak

Read Time:1 Minute, 20 Second

CELEBES IMAGES, MAKASSAR – Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kota Makassar, Irwan Bangsawan, menegaskan bahwa Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan keluarga dengan mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak.

Menurut Irwan, selama ini peran ayah dalam rumah tangga masih sering dipersempit hanya sebatas pencari nafkah.

GATI hadir untuk mengubah paradigma tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi program GATI karena ini menjadi titik balik keterlibatan laki-laki dalam membangun keluarga yang harmonis dan berkualitas. Ayah tidak hanya sebagai pencari nafkah, tapi juga punya peran penting dalam mendidik dan mendampingi anak, baik secara emosional maupun sosial,” ujar Irwan, Senin (14/7/2025).

Ia menambahkan, kehadiran figur ayah dalam kehidupan sehari-hari anak memiliki dampak signifikan terhadap tumbuh kembang anak, termasuk dalam pembentukan karakter dan kestabilan emosional.

“Kalau ayah hadir secara fisik dan emosional, anak tumbuh lebih percaya diri, lebih aman secara psikologis. Ini penting untuk membentuk generasi yang sehat secara mental dan sosial,” ungkapnya.

Irwan juga menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mendukung pelaksanaan GATI di tingkat kota hingga ke lingkungan terkecil masyarakat.

Dinasnya telah menyiapkan strategi sosialisasi dan pendampingan keluarga secara langsung.

“Kami akan hadir lebih dekat ke masyarakat. Tidak hanya melalui kampanye di media, tetapi dengan turun langsung ke lapangan, ke kelurahan dan RW. Kita akan dorong ayah-ayah muda untuk lebih aktif dalam peran pengasuhan,” katanya.

Sebagai informasi, program GATI secara nasional diluncurkan oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji pada 21 April 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Kartini.

Program ini bertujuan mengatasi fenomena “fatherless” atau rendahnya kehadiran dan keterlibatan ayah dalam kehidupan anak-anak di Indonesia.

 

EDITOR : JIAN PARAWANSYAH