GATI Jadi Momentum Ayah Lebih Dekat dengan Anak

GATI Jadi Momentum Ayah Lebih Dekat dengan Anak

Read Time:1 Minute, 39 Second

CELEBES IMAGES, MAKASSAR – Program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) mendapat sambutan positif dari masyarakat, termasuk para ayah di Kota Makassar. Salah satunya adalah Budiawan, warga Tamalanrea, yang menyambut baik inisiatif tersebut.

Budiawan mengaku memiliki rutinitas baru sejak tahun 2025, yakni mengantar anaknya yang duduk di kelas 1 SD ke sekolah setiap pagi.

“Alhamdulillah, ada aktivitas baru. Anak saya sekarang kelas 1 SD, dan setiap pagi saya antar ke sekolah,” ujarnya, Senin (14/7/2025).

Ia mengapresiasi pelaksanaan GATI karena menurutnya program ini dapat meningkatkan keterlibatan emosional antara ayah dan anak.

“Saya sepakat dengan program ini karena bisa memperkuat hubungan emosional antara ayah dan anak. Biasanya hanya ibu yang aktif dalam urusan seperti ini, tapi sekarang ayah juga diberi ruang,” tambahnya.

GATI sendiri secara resmi diluncurkan oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, pada peringatan Hari Kartini, Senin (21/4/2025), di Gedung Islamic Center, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Program ini merupakan respons terhadap rendahnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak di Indonesia, yang disebut sebagai fenomena “fatherless.”

“GATI adalah bagian dari emansipasi pria. Jika Kartini dahulu memperjuangkan kesetaraan untuk perempuan, kini saatnya laki-laki juga mengambil peran yang setara dalam rumah tangga. Kehadiran ayah sangat penting bagi tumbuh kembang anak,” ujar Wihaji

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kota Makassar, Irwan Bangsawan, turut menyatakan dukungannya terhadap program ini. Menurutnya, GATI sejalan dengan misi pemerintah kota dalam memperkuat ketahanan keluarga.

“Kami sangat mengapresiasi program GATI karena ini menjadi titik balik keterlibatan laki-laki dalam membangun keluarga yang harmonis dan berkualitas. Ayah tidak hanya sebagai pencari nafkah, tapi juga punya peran penting dalam mendidik dan mendampingi anak, baik secara emosional maupun sosial,” ujar Irwan.

Ia menambahkan bahwa Dinasnya akan terus mendorong peran aktif para ayah melalui sosialisasi dan pendampingan langsung di tingkat kelurahan dan RW.

“Kami akan hadir lebih dekat ke masyarakat. Tidak hanya melalui kampanye, tetapi juga dengan pendampingan langsung kepada keluarga. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk menciptakan keluarga yang sejahtera, berdaya, dan resilien,” tegasnya.

 

EDITOR : JIAN PARAWANSYAH