CELEBES IMAGES, Makassar — Peringatan Hari Bumi 2026 di SD Negeri Pongtiku 1 diisi dengan rangkaian kegiatan lapangan yang melibatkan seluruh siswa. Sekolah menghadirkan pendekatan belajar langsung melalui kunjungan edukasi, aksi bersih lingkungan, hingga pawai tematik.
Salah satu agenda berlangsung di kawasan Ekowisata Lantebung, 20 April 2026. Siswa kelas 5 diajak mengenal ekosistem mangrove, mulai dari bentuk tanaman, fungsi ekologis, hingga peran mangrove dalam melindungi pesisir dari abrasi.
Pembelajaran dilakukan di ruang terbuka. Siswa berinteraksi langsung dengan lingkungan sehingga materi lebih mudah dipahami dan diingat.
Kegiatan lain digelar di Anjungan Pantai Losari, 15 April 2026. Siswa kelas 4 mengikuti Gerakan Wisata Bersih melalui kegiatan outing class. Mereka menyisir area anjungan dan mengumpulkan sampah plastik hingga tiga kantong.
Suasana berbeda terlihat saat pawai Hari Bumi pada 21 April 2026. Seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 turun ke lingkungan sekitar sekolah dengan mengenakan kostum hasil karya sendiri. Tema yang ditampilkan beragam, mulai dari hewan laut, tumbuhan, serangga, hingga busana adat Sulawesi Selatan.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Plt Kepala Sekolah Syahruni Hambali bersama guru dan tenaga pendidik. Sebanyak 360 siswa terlibat dalam seluruh rangkaian kegiatan.
“Kegiatan ini kami laksanakan untuk memperingati Hari Bumi sekaligus memberikan pemahaman kepada siswa tentang pentingnya menjaga lingkungan sejak dini,” ujarnya.
Syahruni menilai pengalaman langsung di lapangan memberi dampak lebih kuat dalam membentuk kesadaran lingkungan pada anak.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya tahu secara teori, tetapi juga merasakan langsung bagaimana menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program Pemerintah Kota Makassar dalam upaya mewujudkan kota bebas sampah.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, siswa dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing, baik di rumah maupun di masyarakat,” lanjutnya.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan dukungan orang tua dan masyarakat sekitar. Partisipasi ini memperkuat pesan bahwa kepedulian terhadap lingkungan menjadi tanggung jawab bersama.
“Dukungan orang tua dan masyarakat sangat luar biasa. Ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” katanya.
Rangkaian kegiatan Hari Bumi ini juga menjadi langkah awal SD Negeri Pongtiku 1 dalam mempersiapkan diri menuju Sekolah Adiwiyata Mandiri, dengan menanamkan budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan di lingkungan sekolah.
|editor: dmdht|







