CELEBES IMAGES, Maros — Suara riuh warga menyatu dengan derasnya arus sungai di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, saat Kejuaraan Daerah (Kejurda) Arung Jeram Piala Bupati Maros digelar pada 8–10 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu penanda awal tumbuhnya olahraga arus deras di Sulawesi Selatan.
Kejuaraan yang diselenggarakan oleh Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Maros ini diikuti tim dari sejumlah kabupaten di Sulawesi Selatan, serta perwakilan mahasiswa dari berbagai universitas di Makassar. Mereka bertanding di beberapa nomor lomba yang digelar di sepanjang aliran sungai Tompobulu.
Bagi banyak peserta, kejuaraan ini menjadi ruang pertemuan pertama dengan kompetisi arung jeram di tingkat daerah. Olahraga ini masih tergolong baru di Sulawesi Selatan. Provinsi ini belum bisa berbicara banyak di level nasional semisal di Pekan Olahraga Nasional.
Di tengah kondisi tersebut, penyelenggaraan kejuaraan di Tompobulu memberi harapan baru. Ia membuka kemungkinan bagi lahirnya ekosistem olahraga arus deras yang lebih terarah, sekaligus memperluas minat generasi muda terhadap cabang ini.
Antusiasme warga menjadi salah satu pemandangan yang menonjol. Tepian sungai dipadati masyarakat yang datang menyaksikan jalannya lomba. Mereka berdiri di antara bebatuan dan tepian hijau, mengikuti setiap manuver perahu yang melawan arus.
Di balik jalannya perlombaan, aspek keselamatan menjadi perhatian utama. Tim SAR dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maros bersiaga di beberapa titik sepanjang sungai. Tim medis juga ditempatkan di area strategis untuk merespons kemungkinan kejadian darurat.
Kesiapan panitia terlihat dari pengaturan jalur lomba hingga koordinasi antar tim pendukung. Meski masih dalam tahap awal pengembangan, pelaksanaan kegiatan berjalan tertib dan terukur.
Selain menghadirkan kompetisi, kejuaraan ini juga membuka ruang percakapan baru tentang hubungan masyarakat dengan sungai. Jika olahraga ini semakin dikenal, ada harapan tumbuh kesadaran untuk merawat aliran air sebagai bagian dari kehidupan bersama.
Dari Tompobulu, arung jeram mulai menemukan pijakannya. Sebuah langkah baik yang berpotensi membawa perubahan lebih luas di masa mendatang.
| foto & teks: Darmadi H Tariah |










