Dari Ladang hingga Puskesmas, Wagub Sulsel Perkuat Ikhtiar Tekan Stunting di Enrekang

Dari Ladang hingga Puskesmas, Wagub Sulsel Perkuat Ikhtiar Tekan Stunting di Enrekang

Read Time:3 Minute, 6 Second

CELEBES IMAGES, Enrekang — Upaya menekan angka stunting di Kabupaten Enrekang mendapat penguatan langsung dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi, melakukan kunjungan kerja ke daerah tersebut, Rabu, 17 Desember 2025, dengan rangkaian agenda yang menyatukan isu ketahanan pangan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Kunjungan dimulai dari Kelurahan Lakawan, Kecamatan Anggeraja. Di kawasan pertanian itu, Fatmawati Rusdi bersama petani dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Enrekang melakukan penanaman bibit bawang. Aktivitas ini menjadi penanda dukungan pemerintah terhadap sektor pertanian sebagai fondasi ketahanan pangan dan penguatan ekonomi lokal.

Pada kesempatan yang sama, Pemprov Sulsel menyerahkan bantuan pertanian berupa 150 bibit alpukat dan 150 bibit durian kepada Kelompok Tani Ruppape Desa Tuntung, Kecamatan Maiwa, serta Kelompok Tani Paraja. Bantuan tersebut diharapkan mendorong produktivitas pertanian yang berkelanjutan dan berdampak langsung pada kesejahteraan petani.

Rangkaian kegiatan berlanjut ke UPT Puskesmas Anggeraja di Jalan Atalanta. Di lokasi ini, suasana terasa lebih personal dan emosional. Wakil Gubernur menyapa para orang tua balita yang masuk dalam kategori stunting, berbincang langsung, serta memberi perhatian khusus kepada anak-anak yang hadir. Kehangatan itu menjadi pengantar agenda utama peluncuran Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting atau GENTING dan Gerakan Makan Telur.

Peluncuran program tersebut turut dihadiri Bupati Enrekang Muh Yusuf Ritangnga. Dalam kesempatan itu, berbagai bantuan diserahkan kepada masyarakat. Pemerintah Kabupaten Enrekang menyalurkan vitamin Taburia kepada 200 anak stunting, sementara Ibu Wakil Gubernur Sulsel menyerahkan paket stunting berisi susu, telur, vitamin, dan biskuit untuk jumlah penerima yang sama. Selain itu, bantuan Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Pekarangan juga diberikan kepada dua kelompok penerima.

Fatmawati Rusdi menegaskan bahwa stunting bukan persoalan sektoral yang bisa ditangani satu pihak. Menurutnya, penurunan angka stunting hanya dapat dicapai melalui kolaborasi lintas sektor yang konsisten dan berkelanjutan.

“Penanganan stunting tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Ini membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah provinsi, kabupaten, kecamatan, desa, hingga masyarakat,” ujarnya.

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia 2024, prevalensi stunting di Kabupaten Enrekang tercatat sebesar 34,3 persen dan berada pada peringkat kedua tertinggi di Sulawesi Selatan. Angka tersebut menjadi dasar penguatan intervensi, termasuk optimalisasi bantuan stunting lebih dari Rp1 miliar serta peningkatan edukasi masyarakat terkait pola asuh, penggunaan gawai pada anak usia di bawah dua tahun, hingga praktik pernikahan dini.

Fatmawati juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari pencegahan stunting berbasis sanitasi. Ia mendorong agar gerakan kebersihan, termasuk program Jumat Bersih, terus digalakkan di seluruh kecamatan.

“Hari ini kita launching Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting. Saya mengajak seluruh ASN untuk berpartisipasi, satu ASN mengasuh satu anak stunting. Kita berharap, setelah kunjungan ini, angka stunting di Enrekang dapat terus menurun,” tegasnya.

Peluncuran GENTING dan Gerakan Makan Telur ditandai dengan pembagian telur kepada 200 balita stunting yang berasal dari 16 desa di Kabupaten Enrekang. Program ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam membangun generasi yang lebih sehat dan sejahtera.

Bupati Enrekang Muh Yusuf Ritangnga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Gubernur Sulsel dan dukungan berkelanjutan dari Pemprov Sulsel. Ia menyebutkan bantuan keuangan sebesar Rp15 miliar yang diterima pada akhir tahun sebelumnya telah dimanfaatkan untuk sektor-sektor strategis dan prioritas, termasuk realisasi bantuan Rp500 juta untuk pelatihan UMKM.

Terkait stunting, ia mengakui Enrekang masih berada pada posisi yang memprihatinkan dan menaruh harapan besar pada kolaborasi lintas sektor untuk menekan angka tersebut secara signifikan.

Usai agenda kesehatan, Wakil Gubernur Sulsel meninjau pelatihan Deppa Te’tekan di Gedung Serbaguna Sipakario, Desa Mampu, Kecamatan Anggeraja. Pada kesempatan itu, Fatmawati Rusdi menyerahkan bantuan peralatan kewirausahaan secara simbolis kepada peserta pelatihan dan mendorong Deppa Te’tekan dikembangkan sebagai salah satu ikon kuliner khas Enrekang.

Ia mengapresiasi peran ibu-ibu serta dukungan pemerintah daerah yang telah menyediakan ruang pelatihan dan membuka akses pemasaran, agar produk lokal mampu tumbuh dan memiliki daya saing berkelanjutan.

*dmdht