Alumni STIEM Bongaya Pertanyakan Tanggung Jawab PT Hino Parepare soal Pembunuhan Karyawati

Alumni STIEM Bongaya Pertanyakan Tanggung Jawab PT Hino Parepare soal Pembunuhan Karyawati

Read Time:1 Minute, 14 Second

CELEBES IMAGES, Makassar – Sejumlah alumni Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Makassar (STIEM) Bongaya menyampaikan desakan agar pelaku pembunuhan Suriani Tahir, karyawan PT Hino Kumala Parepare, dihukum seberat-beratnya.

Perwakilan alumni STIEM Bongaya, Ahmad Riadi, menyatakan, kasus ini memicu keprihatinan mendalam terhadap keselamatan karyawan perempuan di lingkungan kerja. Apalagi, korban diketahui dibunuh di kantornya.

“Ini adalah preseden buruk soal jaminan keselamatan dan ruang aman bagi karyawan di kantor PT Hino Kumala. Mereka juga harus bertanggung jawab sebagai korporasi tempat korban bekerja,” kata Ahmad Riadi.

Menurut Adi, semestinya seorang karyawan, apalagi perempuan, diberi jaminan rasa aman ketika bekerja di kantor. Bukan malah menjadi korban tindak kekerasan fisik dan kekerasan seksual yang dilakukan oleh rekan kantor.

“Semoga pihak kepolisian segera merampungkan berkas pemeriksaan tersangka dan meminta pihak perusahaan bertanggung jawab, ” desak Ahmad Riadi.

Suriani Tahir, karyawan PT Hino Kumala Parepare semasa hidup/istimewa

Kasus pembunuhan terhadap Suriani Tahir, alumni STIEM Bongaya Makassar, terjadi di kantor PT Hino Kumala, Jl HM Arsyad, Kelurahan Watan Soreang, Kecamatan Watan Soreang, Kota Parepare, Jumat (29/8/2025) dini hari.

Dikutip Tribun Timur, Kasat Reskrim Polres Parepare, Muh Agus Purwanto mengatakan terduga pelaku berinisial KA sudah ditangkap. Korban dibunuh dengan tikaman karena melawan saat hendak diperkosa.

Sementara itu, pihak PT Hino Kumala Parepare, tidak berbicara banyak menanggapi upaya konfirmasi. General Manager PT Hino Kumala, Jhony Tanaka meminta Kepala Cabang Parepare yang merespons.

“Bisa dikonfIrm ke kepala cabang di Pare Pare. Saya berkantor di Makassar,” kata Jhony.