CELEBES IMAGES, Makassar – Pengunjuk rasa yang tergabung dalam Poros Al Quds Makassar melakukan orasi saat mengikuti aksi solidaritas untuk Palestina di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (3/8/2024). Mereka menyampaikan duka cita atas wafatnya Pemimpin Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh akibat serangan udara Isra*l di Iran dan mendesak Pengadilan Kriminal Internasional atau International Criminal Court (ICC) agar mengadili Perdana Menteri Isra*l Benjamin Netanyahu. (Moh Niaz Sharief)
Massa aksi dari berbagai kalangan mulai berkumpul di jalan depan Monumen Mandala Makassar. Mereka tergabung dalam Poros Al Quds Makassar. Mereka menyuarakan solidaritas terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina, sebagai bagian dari tanggung jawab konstitusional Bangsa Indonesia yang menolak penjajahan, termasuk yang diderita Palestina.
Perlengkapan aksi solidaritas berupa bendera Isr@el dibentangkan di tengah jalan. Para pengendara yang melintas, menginjak bendera ini. Menginjak bendera Isr@el adalah simbol perlawanan terhadap kekejaman Rezim Penjajah Isr@el.
Seruan boikot terhadap produk yang terafilisasi ke Isr@el juga muncul di aksi Poros Al Quds Makassar. Aksi boikot “Isr@el” masyarakat dunia diketahui berdampak buruk bagi perusahaan-perusahaan dan berbagai lembaga penyokong Rezim Pendudukan Z1onis.
Aksi ini menunutut penghentian genosida Gaza yang telah berlangsung selama sepuluh bulan, sejak 7 Oktober 2023 lalu. Poros Al Quds Makassar menjadi elemen sosial masyarakat yang mengikuti seruan Ismail Haniyeh, Pemimpin Biro Politik Hamas yang gugur atas aksi terorisme Isr@el. Haniyeh menyerukan menjadikan 3 Agustus sebagai Hari Internasional Gaza dan Tawanan. Seruan ini disambut jutaan orang seluruh dunia untuk melakukan aksi massa, termasuk di Makassar
Penolakan terhadap penjajahan bukanlah sikap ahistoris bagi warga Makassar. “Tanah ini banyak melahirkan pejuang yang telah mengorbankan segalanya melawan penjajah, kita bersyukur dan berterimakasih telah mewarisi jiwa perjuangan para pendahulu kita,” teriak lantang salah seorang orator.
Salah satu pesan aksi ini adalah penekanan pada posisi historis Indonesia yang selalu berdiri bersama Palestina.
Massa aksi terdiri dari berbagai kelompok usia, termasuk kelompok perempuan dan ibu-ibu. Mereka membawa serta anak-anaknya. Aksi damai dan tertib seperti ini menghilangkan risiko bahaya yang kerap mengancam massa aksi terutama usia rentan.
Perempuan Makassar, Indonesia, merasakan duka atas pembantaian ibu-ibu dan anak-anak di Gaza. Ibu, anak, dan lansia menjadi korban mayoritas dari kekejaman rezim pendudukan Isr@el.
Kelompok pemuda Islam dari HMI Takalar menyuarakan terkoyaknya rasa kemanusian menyaksikan kekejaman rezim apartheid Isr@el.
Dalam aksi ini, suara perempuan terutama mengungkap betapa kaum perempuan Gaza merasakan penderitaan yang tidak terperi. Mereka kehilangan segalanya, anak, suami, putra, putri, rumah, bahkan makanan.
Salah satu kelompok peserta aksi adalah usia sekolah. Mereka tahu sekolah-sekolah di Gaza telah rata dengan tanah. Anak-anak sesusia mereka sangat banyak yang gugur dihantam bom Isr@el.
Akademisi intelektual, Prof Khusnul Yaqin berorasi tentang pentingnya ketokohan Ismail Haniyeh dalam perjuangan Palestina untuk merdeka. Menjadi duka mendalam atas gugurnya pahlawan kemanusian ini.
Pembakaran bendera Isr@el menjelang berakhirnya aksi damai solidaritas untuk Palestina. Pembakaran bendera ini sebagai simbolisasi perlawanan terhadap penjajahan Isr@el atas Palestina.
Bagian IV dari Tetralogi Esai Reflektif Observasi Sosio-Ekologis Sembilan Puncak Pegunungan Latimojong (23-27/03/2026) oleh Darmadi H. Tariah [gallery size="full" columns="1" ids="8025"] Bubun Dirangkang menurut saya...
Bagian III dari Tetralogi Esai Reflektif Observasi Sosio-Ekologis Sembilan Puncak Pegunungan Latimojong (23-27/03/2026) oleh Darmadi H. Tariah [gallery columns="1" size="full" ids="8028"] Entah telah berapa kali...
Bagian II dari Tetralogi Esai Reflektif Observasi Sosio-Ekologis Sembilan Puncak Pegunungan Latimojong (23-27/03/2026) oleh Darmadi H. Tariah Pagi di Puncak Pentialloan datang pelan-pelan, tanpa tergesa....
Bagian I dari Tetralogi Esai Reflektif Observasi Sosio-Ekologis Sembilan Puncak Pegunungan Latimojong (23-27/03/2026) oleh Darmadi H. Tariah Seekor burung kolibri hitam meloncat-loncat genit dari ranting...
[gallery columns="1" size="full" ids="7947"] CELEBES IMAGES, Makassar — Ruang lantai dua Kedai Ayah UQ, Makassar, dipenuhi peserta dalam kegiatan Diskusi Tokoh bertajuk Syahid Sayyid Ali...
CELEBES IMAGES, Makassar - Sepiring nasi di meja makan sering terlihat sederhana. Padahal, di baliknya ada rantai panjang yang melibatkan kebijakan negara, kerja petani, hingga...