Swasti Saba dan STBM Jadi Fondasi Sulsel Membangun Kota Sehat dan Layak Huni

Swasti Saba dan STBM Jadi Fondasi Sulsel Membangun Kota Sehat dan Layak Huni

Read Time:1 Minute, 19 Second

CELEBES IMAGES, Jakarta – Penghargaan Terbaik I Kabupaten/Kota Sehat (KKS) Tahun 2025 yang diraih Sulawesi Selatan mencerminkan keberhasilan provinsi ini mengintegrasikan dua program kunci Kementerian Kesehatan, yakni Swasti Saba dan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Dalam ajang penganugerahan di Auditorium Siwabessy, Kementerian Kesehatan RI, Jakarta Selatan, Jumat, 28 November 2025, Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi menerima langsung penghargaan tersebut dari Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin.

Swasti Saba diberikan kepada daerah yang mampu mewujudkan kota atau kabupaten yang bersih, aman, dan sehat melalui penerapan sembilan tatanan, mulai dari kawasan permukiman, sekolah, pasar rakyat, transportasi, hingga pariwisata. Penghargaan ini terbagi dalam kategori Padapa, Wiwerda, dan Wistara sesuai capaian tatanan yang dipenuhi.

Di saat yang sama, STBM menjadi program percepatan sanitasi berbasis masyarakat dengan fokus perubahan perilaku, terutama penghentian praktik Buang Air Besar Sembarangan (BABS), penyediaan akses jamban sehat, pengelolaan air minum, hingga penanganan limbah rumah tangga.

Kementerian Kesehatan menilai, keberhasilan Sulsel meraih predikat terbaik nasional menunjukkan bahwa penerapan STBM dan Swasti Saba berjalan beriringan dan saling menguatkan. Kombinasi keduanya dianggap berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di daerah.

Fatmawati menegaskan, Pemprov Sulsel akan terus menjadikan program kota sehat dan sanitasi berbasis masyarakat sebagai fondasi kebijakan pembangunan daerah. “Penghargaan ini harus menjadi dorongan untuk menjaga konsistensi. Setiap kebijakan pembangunan harus memastikan lingkungan yang sehat dan layak huni bagi warga,” ujarnya.

Ke depan, Pemprov Sulsel berkomitmen memperkuat peran pemerintah kabupaten/kota, memperluas cakupan STBM, dan menjaga partisipasi aktif masyarakat agar capaian kota sehat bukan hanya prestasi di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

*dmd