Sulsel Perkuat Layanan Medis Pascabencana di Aceh Tamiang dengan Tim Kesehatan Multidisiplin

Sulsel Perkuat Layanan Medis Pascabencana di Aceh Tamiang dengan Tim Kesehatan Multidisiplin

Read Time:1 Minute, 41 Second

CELEBES IMAGES, Makassar – Upaya memperkuat layanan kesehatan bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang mendapat dukungan signifikan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Dinas Kesehatan Sulsel mengirimkan tim medis multidisiplin berjumlah 100 orang yang diberangkatkan langsung dari Makassar, Senin, 8 Desember 2025.

Pengerahan tenaga kesehatan ini tidak hanya menjadi respons cepat terhadap permintaan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, tetapi juga mencerminkan pola koordinasi lintas daerah yang semakin solid.

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, dr. Evi Mustikawati Arifin, menegaskan bahwa penguatan pelayanan medis di wilayah terdampak menjadi prioritas utama.

“Seluruh tenaga kesehatan ini akan bertugas di Aceh Tamiang untuk memperkuat pelayanan medis, memberikan penanganan langsung bagi masyarakat terdampak, serta membantu pemulihan kesehatan di wilayah yang paling terdampak bencana,” jelas dr. Evi.

Dari total personel yang diberangkatkan, 35 tenaga kesehatan merupakan dukungan dari sembilan kabupaten/kota, yakni Luwu, Luwu Timur, Palopo, Selayar, Bulukumba, Pinrang, Bone, Toraja, dan Toraja Utara.

Mereka bergabung dengan 65 tenaga kesehatan dari jajaran Pemprov Sulsel, memperkuat kapasitas tim di lapangan.

Tim tersebut terdiri dari berbagai profesi kesehatan, termasuk dokter umum, perawat, apoteker, serta sejumlah dokter spesialis yang meliputi spesialis bedah, penyakit dalam, kulit, anak, mata, dan saraf.

Kehadiran dokter spesialis menjadi salah satu unsur penting untuk memastikan pelayanan medis tetap komprehensif meski dilakukan dalam kondisi darurat.

Selain tenaga medis, Pemprov Sulsel menyiapkan dukungan obat-obatan dan logistik kesehatan untuk memastikan layanan di Aceh Tamiang dapat berlangsung tanpa hambatan.

Pemerintah provinsi juga mengalokasikan tambahan biaya operasional sebesar Rp1 miliar yang digunakan untuk pemenuhan kebutuhan obat dan perlengkapan kesehatan di lokasi terdampak.

Sebelumnya, Pemprov Sulsel di bawah arahan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman telah menyalurkan bantuan keuangan tanggap darurat senilai Rp1,5 miliar untuk tiga provinsi yang terdampak bencana, masing-masing Rp500 juta.

Bantuan tersebut melengkapi pengiriman tenaga kesehatan sebagai bagian dari dukungan komprehensif terhadap percepatan pemulihan pascabencana.

Dengan pengiriman tim medis dalam jumlah besar dan dukungan logistik yang memadai, Sulsel kembali menegaskan komitmennya dalam penanganan bencana lintas wilayah serta kontribusinya dalam memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan.

*dmd