CELEBES IMAGES, Makassar — Liga Film Mahasiswa (LFM) Universitas Hasanuddin mengadakan Screening Diksar Liga Film Mahasiswa Unhas Tahun 2025 di Baruga Andi Pangerang Pettarani pada Rabu, 3 Desember 2025.
Acara ini menayangkan empat film karya peserta pendidikan dasar LFM Unhas sebagai penanda selesainya seluruh rangkaian pembelajaran.
Empat film yang ditampilkan adalah “BUNTU”, “Blackout”, “Oops… Salah Target!”, dan “Krayon Isa”. Keempat karya tersebut menjadi hasil dari pembelajaran intensif yang dilalui para peserta Diksar, mulai dari tahap pemberian materi, proses produksi, hingga pemutaran film.
Ketua Umum LFM Unhas, Husain Fadhullah, menegaskan bahwa pemutaran ini memiliki makna penting bagi perkembangan para peserta.
“Screening Diksar bukan hanya tahap penutup, tetapi juga tonggak awal bagi para peserta untuk memasuki dunia perfilman kampus. Keempat film ini mencerminkan kerja keras, kolaborasi, dan keberanian bercerita dari para peserta selama melalui proses Diksar,” ujarnya dalam sambutan.
Karya pertama berjudul BUNTU garapan Muhammad Faqih Aqila, menampilkan dinamika produksi film yang bergeser dari rencana awal menjadi deretan kendala yang menuntut ketekunan kru untuk tetap menjaga jalannya syuting. Film ini menggambarkan realitas kerja kreatif yang sering tersembunyi di balik layar.
Film kedua, Blackout karya Putra Adnan, mengisahkan sebuah keluarga yang berkumpul untuk makan malam bersama, namun pertemuan tersebut berada di ujung ketegangan hingga sebuah insiden mengubah suasana.
Selanjutnya, Oops… Salah Target! karya Aqila Hafizah Putri Iskandar menghadirkan karakter Udin, siswa SMA dengan kemampuan unik yang membuat para siswi menyukainya hanya dengan kedipan mata. Cerita berubah arah ketika ia bertemu Bella, siswi pindahan yang menaruh hati tanpa pengaruh “kekuatan” Udin.
Film keempat, Krayon Isa karya Nayla Aulia Utami, menyajikan kisah emosional tentang dua anak yang jaraknya tumbuh bukan karena kurang kasih sayang, tetapi karena perasaan yang sulit terungkap. Sapuan krayon Isa pada suatu sore menghadirkan bahasa baru yang menyatukan keduanya.
Acara screening berlangsung meriah dengan kehadiran peserta Diksar, anggota LFM Unhas, komunitas film, dan masyarakat umum. Setelah pemutaran film, sesi diskusi digelar untuk memberi ruang berbagi pengalaman produksi, tantangan teknis, serta pesan yang ingin disampaikan para pembuat film.
LFM Unhas berharap kegiatan ini menjadi awal perjalanan kreatif bagi para peserta Diksar dan mendorong kontribusi mereka dalam perkembangan perfilman kampus pada masa mendatang.
foto: dok LFM Unhas








