CELEBES IMAGES, Makassar – Festival Kala Monolog 2025 menutup seluruh rangkaian acaranya dengan pementasan monolog berjudul Buku Kredit diperankan aktor Jamaluddin Latif dari Yogyakarta.
Pertunjukan pamungkas yang digelar di Aula Benteng Rotterdam ini berlangsung meriah dan berhasil menghadirkan pengalaman teater yang imersif bagi penonton.
Sebagai aktor teater berpengalaman, Jamaluddin Latif memadukan kekuatan akting konvensional dengan teknologi digital dan multimedia.
Ia menjadikan platform Menti sebagai medium interaktif yang memungkinkan penonton berpartisipasi langsung dalam alur pertunjukan.
Setiap respon penonton di layar menjadi bagian dari dramaturgi yang terus berubah, menciptakan hubungan dinamis antara aktor, teknologi, dan audiens.
Pementasan Buku Kredit menyoroti persoalan manusia modern yang terjebak dalam sistem ekonomi dan relasi sosial yang berbasis utang dan nilai tukar.
Melalui pendekatan visual dan partisipatif, lakon ini menghadirkan refleksi tajam tentang cara manusia menakar harga dan makna kehidupan di tengah logika kapital yang menekan.
Sebagai penutup festival, sesi Bicara Karya menjadi ruang berbagi bagi seluruh aktor yang tampil sejak hari pertama. Dalam sesi ini, para pelaku teater membagikan pengalaman dan proses kreatif di balik karya masing-masing, sekaligus menegaskan pentingnya teater monolog sebagai ruang eksperimentasi yang terbuka dan hidup.
Dengan berakhirnya sesi Bicara Karya, Festival Kala Monolog 2025 bertema Ale Lino resmi ditutup. Seluruh rangkaian acara meninggalkan kesan mendalam tentang bagaimana teater dapat terus berkembang seiring perubahan zaman tanpa kehilangan kedekatan manusiawinya.
Pewarta Foto: Darmadi H. Tariah






